Gabut Non Gabut
10.27
Gabut-Gabut
Produktif
Tulisan ini pernah dimuat di majalah SWAG (majalah tahunan KS UNPAD) namun yang ini versi kebanyakan kata semoga gak bosen.
Kehidupan perkuliahan sudah dimulai
kembali, tidak dapat dielakan segala sesuatunya akan kembali pada hal yang
disebut ‘rutinitas’ dan rutinitas anak kuliah memang jelas-tidak jelas. Kalau
sedang hectic sekali bisa sampai
ketinggalan waktu makan dan jadwal tidur pun berantakan. Di lain waktu ketika
sedang gabut, yang dilakukan hanya bisa tidur seharian atau gogoleran dan makan
pun bisa tidak terkontrol, sebut saja perbaikan gizi alias penggendutan.
Nah yang gabut ini bisa jadi
membuang-buang waktu sisa hidup, yang (mungkin) jika diisi dengan
kegiatan-kegiatan produktif bisa membuat hal-hal baru yang belum pernah tereksplorasi
atau bahkan bisa menemukan siapa diri kita, apa yang kita mau, atau bahkan
menemukan sesuatu ekstrim seperti menemukan tujuan hidup kita, dari melakukan
kegiatan di waktu-waktu gabut.
Waktu gabut itu sendiri buat anak
kuliahan sering ditemukan ketika tidak ada kelas. Dan waktunya pun tidak
sedikit bisa dua sampai enam jam (dihitung dari pukul 08.00-16.00) atau bahkan
seharain penuh. Nah ini kegiatan “Gabut-Gabut Produktif” yang bisa dilakuin
selama jadi mahasiswa :
#1 MELAKUKAN NOSTALGIA
Kegitan ini bisa dilakukan dengan
berbagai macam bentuk mulai dari buka youtube, searching di google, buka galeri
atau sosial media sampai loncat ke beberapa tahun lalu. Kalian juga bisa nonton
film kartun-kartun lama di youtube. Sisi keproduktifan dari kegitan ini adalah
produktif untuk merefreshingkan diri dari kehidupan sekarang yang makin
kompleks dengan kesederhanaan masa lalu yang justru sering menorehkan
kebahagiaan. Coba buka facebook atau twitter dan lihat apa yang kalian lakukan
lima, enam, atau bahkan tujuh tahun lalu!
#2 MEMBACA
Duh kegiatan ke dua aja udah basi
banget?
Memang kadang orang-orang memandang
kegiatan ini bagaikan hitam dan putih. Ada golongan yang memandang buku seperti
quotes “a room without books is like a
body without soul” dan di sisi sebrang ada mereka yang membaca buku hanya
ketika seperlunya-saja. Tapi percayalah membaca itu sungguh kegiatan yang bisa
mengajak keliling dunia, mengeksplor pikiran seseorang dengan hanya diam di
satu tempat. Untuk membuat itu lebih menyenangkan bisa dilakukan dengan membaca
tentang hal yang kita minati. Bisa mulai membaca dari majalah yang memiliki
kebanyakan konten tentang fashion, untuk novel bisa mulai dari the one and only
yang suka membunuh karakter di akhir atau membuat kita menelan ludah macam
karya John Green, atau yang mengangkat isu tentang bullying, child abuse, human dignity dalam novel-novel karya
Rainbow Rowell, sesekali juga bisa membaca novel fantasi hasil karya Cassandra
Clare, Tolken, George R.R. Martin sampai yang mainstream namun tak tergantikan
J.K. Rowling. Itu memang sederetan nama penulis luar, untuk Indonesia bisa
menelusuri sejarah dengan gaya yang berbeda melalui karya Pramoedya Ananta
Toer. Indonesia memiliki berbagai macam penulis dengan gaya yang berbeda-beda
di toko buku kalian bisa memilih bebabagai macam kategori, silakan pergi ke
toko buku dan pilih yang menggugah mulai dari karya sastra, buku motivasi,
hingga buku konspirasi. Sebagai mahasiswa Unpad kalian bisa membaca dan
meminjam buku di perpustakaan Batu Api untuk lokasinya silakan cari sendiri
letaknya dekat Jatos (ini hanya rekomendasi bukan promosi). Jangan lupa juga
baca buku yang bersinergi dengan program studi, tanya pada dosen buku yang
rekomendasikan dalam setiap mata kuliahnya.
#3 MENULIS APA SAJA
Kegiatan menulis dan membaca memang
bersinergi. Membaca membantu kita menemukan kosa kata baru untuk menulis,
bahkan bukan hanya itu kadang tulisan kita bisa didominasi atau dipengaruhi oleh
suatu penulis tetentu mungkin karena efek sering membaca karyanya. Menulis bisa
dilakukan dengan berbagai macam media, mulai dari cacatan harian pribadi, blog,
bahkan notes di handphone. Jika mau menulis yang bisa menunjang dunia akademisi
bisa mencoba menulis PKM atau mengirimkan karya tulis ilmiah pada ajang
perlombaan, untuk hasilnya jangan takut segala sesuatu tidak selalu berujung
pada kesuksesan namun justru bisa menjadi rentetan perjalanan menuju
kesuksesan. Terbiasa menulis bisa membantu dalam berbagai macam hal, mulai dari
membuat essay untuk kepentingan perkuliahan hingga bisa menjadi seorang penulis
profesional pada bidang tertentu, dan memang jika ingin menjadi penulis butuh
usaha-usaha yang lebih keras. Dengan menulis kita juga bisa menelaah bagaimana
kemampuan berpikir kita hari ini dengan kemampuan kita beberapa tahun lalu atau
beberapa tahun kemudian. Ketika gabut dan hati menjadi melankolis bisa
menciptakan karya-karya untuk mengekspresikan diri dalam kesendirian,
menuangkan gagasan-gagasan yang kadang masih terpenjara dalam pikiran.
#4 PERGI SENDIRI KE HUTAN
Hutannya tentu bukan hutan di
pedalaman atau hutan liar. Ini adalah utan kota, seperti Taman Hutan Raya di
Bandung atau Kebun Raya Bogor. Pergi sendirian ke hutan selain bisa mengisi
kegabutan dengan traveling, di hutan dengan berdiri di bawah pohon kita bisa
mendengar suara alam yang menggema dalam hati. Mengapa harus sendiri? Pergi
sendirian ke sana bisa mengajarkan pada kita bahwa kita tidak sendirian meski
kita sendiri, kehidupan alam selalu menemani kita. Dan di sana kita bisa sambil
menyelam minum air, yaitu hunting photo-photo alam. Jika takut, yasudah berdua
lebih baik.
#5 GABUNG ATAU BUAT KOMUNITAS?
Ini memang kegiatan gabut-gabut
produktif yang butuh komitmen dan tingkat keproduktifannya bisa dikatakan
tinggi kadarnya. Untuk mengisi waktu gabut bisa gabung di komunitas-komunitas
yang ada di dalam atau luar kampus. Untuk direktori komunitas bisa dicek di
pamflet.org dan klik pada menu direkotori komunitas, di sana ada berbagai macam
kategori mulai dari volunteering, komunitas dunia pendidikan, lingkungan hingga
HAM. Atau bisa mencari di twitter di @Idstudentjob atau @KampusUpdate. Di sana
bisa ditemukan berbagai macam oprec mulai dari volunteering dalam event,
menjadi anggota suatu komunitas dan organisasi hingga magang.
Menjadi mahasiswa semestinya kita
bisa aware dengan lingkungan sekitar
dan bisa membaca perkembangan isu di kehidupan sekitar. Dari sana kadang kita
melihat sesuatu yang seharusnya ada menjadi tidak ada dan seharusnya tidak ada
malah ada di sekitar kita. Awareness
kita tersebut bisa melahirkan ide untuk membuat gerakan, dan untuk membuat itu
carilah orang-orang yang memiliki keinginan yang sama. Kalau memang dirasa
belum bisa, ya bisa mengikuti dulu kegitan bersama komunitas yang sudah ada dan
mengangkat isu serupa.
Dengan bergabung di suatu organisasi
atau komunitas kita bisa mengupgrade berbagai macam kemampuan kita, mulai dari
keberanian berbicara di depan umum, menuangkan ide kita, belajar bertoleransi,
berbagi pengalaman dan hal ajaib lain yang akan banyak ditemukan ketika bisa
mendapat banyak relasi. Dan jangan lupa yang terpenting kontribusi kita kepada
sesama.
#6 MENGGAMBAR DAN MELUKIS
Ambil kertas dan alat tulis apa
saja, mulailah menggambar apa saja dalam kegabutan. Hingga cobalah menggambar
isi pikiran meskipun dengan kemampuan menggambar yang sangat minim, tuangkan
imajinasi meskipun itu sangat abstrak. Sesekali beri warna dengan melukisnya.
Sediakan satu map, yang berisi karya abstrak kalian. Jadilah seniman untuk diri
sendiri.
Atau jika kalian tertarik kalian
bisa mencetak kaos sendiri dengan design gambar abstrak kalian, atau membuat
notes dengan design covernya menggunakan karya kalian untuk memiliki custom
notes seperti itu bisa dicari di google atau instagram. Tidak usah berpikir
jelek, jika kalian suka mengapa tidak.
-------------------
Jika memang gabut dan hanya ingin
bermalas-malasan. Selamat terlelap bersama mimpi-mimpimu kawan!
0 komentar