My last few days
01.05
This writing may contain both objectivity and subjectivity, hope this will lighten up for some people's consideration
-----------------------
TRAINING,
WORKSHOP & COACHING PMW 2015
BUILDING NEW
SOCIO-PRENEUR GENERATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT
Menjadi
Socio-Preneur Sejak Mahasiswa
Oleh
: Yana Safitri
Jumlah penduduk Indonesia yang
memiliki kesempatan untu mengenyam pendidikan di perguruan tinggi adalah
sejumlah 20% dari total penduduk yang seharusnya dapat hidup di perguruan
tinggi. Hal tersebut menjadikan mahasiswa memegang peranan besar terhdap pembangunan
di negeri ini. Mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat
diimplementasikan dalam kehidupan guna membangun bangsa. Hal tersebut juga yang
melatar belakangi pentingnya untuk mahasiswa menjadi pencipta lapangan
pekerjaan, yaitu salah satunya bisa menjadi seorang wirausaha.
Kepekaan terhadap permasalahan
sosial juga harus dimiliki seorang mahasiswa yang juga kelak akan menangani itu
semua di hari depan. Kepekaan itu lantas bukan serta-merta menjadi hanya beban
dipikiran semata, namun seharusnya menjadi motivasi untuk melakukan gerakan
guna menangani permasalahan sosial. Dengan adanya hal-hal tersebut menjadi
wirausaha sosial bisa menjadi pengobat akan kegalauan itu semua. Menjadi
wirausaha sosial sejak mahasiswa berarti membangun hard skill dan soft skill,
hard skill yang sudah di dapatkan di dalam perkuliahan akan menjadi landasan
yang selanjutnya harus juga soft skill sebagai kekuatan yang harus dimiliki
untuk menjadi wirusaha.
Ketika menjadi wirusaha sosial sejak
dini, yaitu sejak mahasiswa kelak ketika lulus nanti bukan sekedar membawa ijazah
mencari lowongan namun akan menjadi yang dicari. Dengan segala proses
pembelajaran sejak dini dan mentalitas
yang dibangun sejak mahasiswa ketika lulus bukan lagi ‘starting’ tapi sudah
pada tahap ‘development.’ Kewirausahaan sosial juga akan menguatkan dua hal
profit dan benefit, yaitu kinerja keuangan dan kinerja sosial yang harus
berselaras satu sama lain. Menjadi wirausaha harus dipertegas komitmennya dengan
memiliki visi yaitu tujuan/dorongan dari usaha yang dimiliki, kedua adalah misi
yaitu reasoning mengapa ada usaha
tersebut, serta nilai yang dipegang teguh yang akan ditularakan pada
orang-orang yang ada pada usaha tersebut.
Tentu tidak mudah untuk membagun sebuah
usaha yang sukses, namun hasil tidak akan mengkhianati usaha. Itu yang harus diingat, menjadi seorang
wirausaha juga harus memiliki mentalitas kuat yang berani mendobrak segala
macam mitos dalam dunia wirausaha. Ketika segala macam mitos berani dilewati
maka usaha yang dijalankan bisa tetap kokoh berdiri.
Kewirausahaan sosial harus dilandasi
pada social values yaitu feedback
nyata dalam bentuk apa yang akan ditebarkan kepada masyarakat. Seperti Move On
Project kami yang memiliki social values,
untuk dapat meningkatkan minat baca anak-anak dan juga mengurangi pengangguran
juga mengimpuls mahasiswa dengan berpikir kreatif dengan melakukan proyek
berkelanjutan untuk membuat workshop Do It Yourself.
Di dalam membangun kewirausahaan sosial
yang nyata bukan hanya tentang creating
our future but also others future. Itu yang dapat menjadi harapan dalam
permasalah yang mendera masyarakat Indonesia. Menjadi wirausaha sosial juga
harus bisa menjadi self-driving yang
kuat untuk diri sendiri karena segala sesuatu dimulai dari dalam diri kita.
Segala bentuk pelayan terbaik, baik untuk klien maupun karyawan serta kecakapan
attitude dalam berwirausaha juga harus dimiliki walaupun hal tersebut juga
harus kepada kompetitor.
Mahasiswa bukan hanya duduk di dalam
kelas, mendengarkan yang bahkan kadang tak semua mereka pahami. Menjadi
mahasiswa adalah bergerak dinamis untuk berkontribusi kepada masyarakat dan
orang sekitar. Namun bukan berarti mengabaikan hard-skill, itu harus dipertahankan namun juga diperkuat dengan soft-skill dan menjadi seorang wirausaha
sosial adalah wadah yang tidak diragukan lagi.
----------------------
This is a new experience for me, but even in the end I won't be the ultimate version of sociopreneur. I do hope the young people out there will become them, that will contribute a lot for problem solving in our (sick) country. But I always promise to myself that I will definitely contribute for people, whether for this-good-way or another matter.
I promise.
hank you to Pak Hery Wibowo, pak Irfan, Bu Selly and Pak Iman also two protocolers and the others who served the best.
hank you to Pak Hery Wibowo, pak Irfan, Bu Selly and Pak Iman also two protocolers and the others who served the best.
Nice to meet such a great people there! much love:)
0 komentar