Untuk Anda Yang Suka Tahu Bulat
10.37Kau bahagia disana?
Kamu tahu meski sesakit itu, aku selalu mendoakanmu agar kamu bahagia dan senantiasa menjadi orang yang baik.
Hak mu menyebut aku pamrih, namun ketahuilah saat hubungan kita sudah berakhir dan aku jumpai suatu malam aku terbangun dan shalat tahajud, aku mendoakanmu.
Aku tidak memilihmu, entah kamu yang terlintas.
Atau sebut saja rezekimu, karena aku pun enggan pamrih.
Yang memubatku pamrih tanpa munafik adalah, apakah dulu aku menjahatimu sebegitunya? Hingga kini kau berbagia dengannya, sedangkan aku semakin tenggelam dalam kesendirian.
Kamu yang sok cakap, mungkin kamu sebut diriku tak laku!
Hahahaha, bukan demikian. Semoga kamu masih hafal aku, pikirkan dan sekarang kamu tahu kan alasannya?
Kamu pikir, aku tidak tahu gunjinganmu akan ku?
Halah! Munafik!
Omongan manusia yang tak baik banyak masuk ke telinga ku, lantas apa begitu saja aku menerimanya?
Tidak tentunya, padahal inginnya begitu hahaha
Jahatnya, membuat aku merasa bersalah.
Padahal kamu memang ini kita berpisah.
Biar kamu bisa bersama dia bukan?
Dia memang lebih menawan,
Pandai berpuisi,
Lebih berkelas.
Aku akui itu.
Aku pun senang dengannya.
Tapi tidak dengan caramu!
Selalu saja,
Aku ingin yang baik untukmu,
Semoga kamu baik.

0 komentar