Sebut Diriku Menyedihkan Tapi Tidak Sekalipun Aku Meminta Tolong Pernah Aku Berteriak Tolong Dan Tak Ada Suara Yang Kembali
03.30
Semakin hari semua semakin mengawang-awang,
Biar saja aku ini terlihat biasa dalam nyata namun di dalam, semua adalah sesuatu abstrak yang mengawang bagai lukisan Picasso. Sering aku meneriaki diriku untuk berhenti mempertanyakan "what's the point" "what's the meaning" aku ingin berhenti dan menjalani jua menikmati.
Gelak tawa orang yang selalu tergeletak dalam ruang-ruang sekitar hidupku lantas tak langsung mengobati luka dalam diri.
Aku yang selalu berpikir realistis dalam nyata, tak bisa melawan suara-suara yang parau bahkan si monster dalam diri. Tak bisa aku realistiskan apa yang ada dalam diri ku.
Bukan aku tidak bersyukur, aku selalu bersyukur dalam hari yang selalu bergulir.
I tried.
0 komentar